Hermes Agent: AI Agent yang Belajar Sendiri dari Setiap Percakapan
Hermes Agent: AI Agent yang Belajar Sendiri dari Setiap PercakapanKebanyakan AI agent bekerja sama persis hari ini dengan minggu lalu. Anda memberi instruksi, agent menjalankan tug
Hermes Agent: AI Agent yang Belajar Sendiri dari Setiap Percakapan
Kebanyakan AI agent bekerja sama persis hari ini dengan minggu lalu. Anda memberi instruksi, agent menjalankan tugas, lalu semua konteks itu hilang begitu sesi berakhir. Hermes Agent, buatan Nous Research, mengambil pendekatan berbeda: agent ini menyimpan apa yang dipelajari, membangun skill baru dari pengalaman, dan memperbaiki skill itu setiap kali dipakai lagi.
Proyek ini open source, berlisensi MIT, dan sudah mengumpulkan lebih dari 101.000 star di GitHub.
Loop Belajar yang Tertanam di Dalamnya
Inti dari Hermes Agent adalah self-improving learning loop. Agent menyimpan memori secara mandiri, menerima nudge berkala untuk merapikan apa yang sudah dipelajari, dan mencatat riwayat lintas sesi lewat pencarian FTS5. Semua ini digabung dengan Honcho dialectic user modeling, sebuah pendekatan yang membuat agent membangun gambaran tentang siapa Anda seiring waktu, bukan cuma menyimpan log percakapan mentah.
Praktiknya begini: Anda minta Hermes mengerjakan sesuatu. Kalau itu tugas berulang, agent bisa membentuk skill baru dari pengalaman tersebut, lalu menyempurnakan skill itu di percobaan berikutnya. Skill ini bahkan kompatibel dengan agentskills.io, jadi bisa dibagikan atau diambil dari komunitas.
Satu Gateway, 15 Lebih Platform Pesan
Hermes tidak terkunci di satu channel. Agent ini terhubung ke Telegram, Discord, Slack, WhatsApp, Signal, Matrix, Mattermost, email, SMS, DingTalk, Feishu, WeCom, BlueBubbles, sampai Home Assistant. Semua lewat satu gateway yang sama.
Untuk tim yang sudah tersebar di banyak platform komunikasi, ini berarti satu agent bisa dipasang di mana pun tim itu berkumpul, tanpa perlu setup terpisah untuk tiap channel.
MCP dan 47 Tool Bawaan
Hermes mendukung Model Context Protocol (MCP), jadi Anda bisa menyambungkannya ke server MCP mana pun untuk menambah kemampuan tool. Anda juga bisa memfilter tool mana yang aktif, sesuai kebutuhan.
Di luar itu, Hermes sudah membawa 47 tool bawaan dan mendukung 6 backend terminal: local, Docker, SSH, Daytona, Singularity, dan Modal. Karena punya persistensi serverless, agent ini bisa hibernasi saat idle dan bangun lagi saat dibutuhkan, tanpa Anda harus menjaga proses tetap hidup 24 jam.
Automasi Terjadwal
Hermes punya sistem cron bawaan yang bisa mengirim hasil ke platform apa pun yang sudah disambungkan. Anda atur sekali, dan Hermes menjalankan tugas itu sendiri sesuai jadwal, entah itu laporan harian, reminder, atau tugas rutin lain yang biasanya butuh Anda memicu manual.
Instalasi
Untuk Linux, macOS, atau WSL2, instalasinya singkat:
curl -fsSLO https://raw.githubusercontent.com/NousResearch/hermes-agent/main/scripts/install.sh
less install.sh
bash install.sh
hermes setup
hermes
Setelah setup provider LLM selesai, Hermes langsung siap dipakai dari terminal.
Tersedia dalam 20 Bahasa
Dokumentasi Hermes diterjemahkan penuh ke 20 locale, termasuk Bahasa Indonesia. Untuk pengguna yang lebih nyaman membaca panduan teknis dalam bahasa sendiri, ini jelas mempermudah proses onboarding, terutama di tahap konfigurasi awal yang biasanya paling membingungkan.
Kenapa Ini Berbeda dari Coding Copilot Biasa
Hermes tidak dirancang sebagai asisten coding atau wrapper chatbot. Nous Research memposisikannya sebagai agent otonom yang makin pintar semakin lama dipakai. Kombinasi antara memori yang dikurasi sendiri, skill yang tumbuh dari pengalaman, dan jangkauan ke belasan platform pesan membuatnya lebih cocok disebut asisten personal jangka panjang ketimbang tool sekali pakai.
Bagi yang ingin mencoba, dokumentasi lengkap dan source code tersedia di GitHub NousResearch/hermes-agent, sementara panduan resmi bisa diakses lewat hermes-agent.nousresearch.com/docs.
Catatan: hermes-ai.net adalah situs komunitas yang tidak berafiliasi resmi dengan Nous Research. Hermes Agent sendiri adalah proyek open source berlisensi MIT dari Nous Research.
More from this category