Tiga Prinsip Coding yang Wajib Dipahami Developer: YAGNI, KISS, dan DRY
Kalau sudah cukup lama menulis kode, biasanya developer mulai sadar bahwa menulis program yang jalan itu beda jauh dengan menulis program yang enak dirawat.
Kalau sudah cukup lama menulis kode, biasanya developer mulai sadar bahwa menulis program yang "jalan" itu beda jauh dengan menulis program yang enak dirawat. Di sinilah tiga prinsip ini sering jadi pegangan: YAGNI, KISS, dan DRY. Sekilas terdengar seperti istilah keren, tapi sebenarnya intinya sederhana dan masuk akal kalau dipraktikkan.
YAGNI: Jangan Bikin yang Belum Perlu
YAGNI singkatan dari "You Aren't Gonna Need It". Intinya, jangan buru-buru menambah fitur atau fungsi hanya karena "siapa tahu nanti dibutuhkan". Kebiasaan ini justru sering bikin kode makin ribet padahal fiturnya belum tentu kepakai.
Contoh yang sering kejadian: bikin parameter tambahan di fungsi untuk jaga-jaga, padahal belum ada yang minta. Atau bikin sistem konfigurasi yang besar untuk fitur yang bahkan belum jelas bentuknya. Ujung-ujungnya, waktu yang dihabiskan untuk hal-hal "jaga-jaga" itu malah sia-sia.
Cara praktiknya gampang: fokus saja pada kebutuhan yang sudah jelas ada di depan mata. Kalau ada ide fitur tambahan, simpan dulu, tunggu sampai memang dibutuhkan.
KISS: Bikin Sesimpel Mungkin
KISS — "Keep It Simple, Stupid" — mengingatkan kita untuk tidak membuat solusi lebih rumit dari yang seharusnya. Solusi yang sederhana lebih gampang dibaca, di-debug, dan diubah di kemudian hari.
Penting dicatat, simpel di sini bukan berarti asal jalan tanpa mikir. Maksudnya adalah menghindari struktur atau abstraksi tambahan yang sebenarnya tidak perlu. Misalnya, kalau fungsi biasa sudah cukup menyelesaikan masalah, tidak perlu dipaksakan pakai pola desain yang berlapis-lapis.
Manfaatnya kerasa banget di jangka panjang: kode lebih mudah dipahami orang lain (atau diri sendiri enam bulan kemudian), risiko bug berkurang, dan perubahan fitur jadi lebih ringan dikerjakan.
DRY: Jangan Tulis Hal yang Sama Berulang Kali
DRY — "Don't Repeat Yourself" — intinya setiap logika atau aturan sebaiknya cuma ada di satu tempat. Kalau ada perubahan, cukup ubah di satu titik, tidak perlu cari-cari ke banyak file.
Contoh duplikasi yang biasa terjadi: validasi yang sama ditulis ulang di beberapa fungsi, atau nilai konstan (seperti tarif pajak, status, URL API) diketik berkali-kali di tempat berbeda. Kalau ada satu yang lupa diperbarui, bisa muncul bug yang bikin pusing nyarinya.
Solusinya: kumpulkan logika yang mirip jadi satu fungsi atau komponen, simpan nilai konstan di satu file konfigurasi, dan buat helper untuk hal-hal yang sering dipakai ulang.
Ketiganya Saling Melengkapi
YAGNI membantu memutuskan apa yang perlu dibuat. KISS menentukan bagaimana cara membuatnya supaya tetap sederhana. DRY menjaga supaya kode yang sudah dibuat tidak berulang-ulang sia-sia. Kalau dipakai bareng secara konsisten, hasilnya adalah kode yang lebih stabil, gampang dirawat, dan tidak bikin pusing waktu harus dikembangkan lagi di masa depan.
Pada akhirnya, tiga prinsip ini bukan aturan kaku, tapi lebih ke kebiasaan baik. Semakin sering dipraktikkan, semakin terasa bedanya antara kode yang "asal jalan" dengan kode yang benar-benar nyaman untuk dikerjakan jangka panjang.
More from this category